Sabtu, Agustus 23, 2008

Obsesi: DKV

Jumat siang dikala hujan mendera Jakarta, dan disaat itu juga ada someone was special yang tengah menikmati hari – hari pertama usia 17-nya. Ada gue yang masih make putih abu-abu waktu itu tengah bekerja diuber deadline, Martha yang lagi gak begeming di sebelah gw (sama – sama diuber deadline), Dodol yang lagi nge-date di warung sate gak jauh dari SMAN 78, Echa & Veni yang lagi hot - hotnya nge-gambar tugas yang sama – sama kami kerjain waktu itu. 

Abis UTS (Ujian Tengah Semester), biasanya yang pada remed atau tugasnya belom kelar lagi pada kelabakan nyari guru yang bersangkutan, dan gue termasuk didalamnya. Remed sih udah beres, tinggal tugas aja nih yang belom kelar. Waktu itu lagi ngerjain tugas kesenian, bikin gambar komposisi. Sebenernya gak dikerjain juga gak masalah, biarpun gurunya marah sekalipun juga bakalan kebanting sama suara kentut ayam broiler. Tapi karena gue cinta seni, makanya gue kerjain. Lagian yang begituan mah, emang santapan nusantara gue, jadi itung – itung show off lah. 

Beberapa hari sebelumnya gue udah liat gambarnya Simon & Dodol. Di gambar Simon ada beberapa sketsa yang menyerupai ikan koi, atau itu emang gambar ikan koi? Gue harap lo gak baca blog gue ini, mon! Kalo gambarnya Dodol kental banget sama unsure – unsure Urban Art, makanya gue demen ngeliatinnya.

Balik lagi ke Jumat siang dikala hujan ituh, gue show off ngerjain itu tugas di kantin bedua sama Martha. Sesekali orang ngeliatin & gue sesekali nguping orang – orang itu pada bergumam, “Wuidih, cadas juga gambarnya!”. Sebenernya biar cepet selese gw minta bantuan Dodol buat jadi Inker, tapi tu orang lagi nge-date katanya. Gak lama datang juga itu manusia. Kita berdua kerja layaknya pro, asal coret aja bisa jadi artistic (menurut penilaian diri sendiri). 

FYI, diantara gw & Dodol ada kesamaan. Kami pengen masuk dunia yang seharusnya kami jalani, dunia seni! Dodol itu bassist besutan band-paling-nggak-konsisten-sama-nama di 78, Vicious Cabaret. Gw, keyboardist yang belum (tapi akan suatu hari nanti) ber-skill dari band multi angkatan di 78, Powerpuff. Gak cuma di musik, gw & Dodol juga salah satu Vector Artist yang bernaung di bawah kaum Vectorian di deviantART. Sayangnya bakat kami ditentang mentah – mentah sama orang tua. Na’as, memang.

~ T_T ~

Suatu hari, ketika hidup gw tengah damai – damainya karena libur yang berkepanjangan bikin gue tambah bego.

Om - om: Hy, dapet kuliah dimana kamu, rez?
Gw: Di Fasilkom BINUS, om.
O: ohh, BINUS? Bagus tuh Fasilkom-nya, ITB aja kalah. UAN kamu berapa?
G: Gak tinggi – tinggi amat, Cuma 49,25
O: Wow, buat IPA mah segitu udah lumayan tinggi.
G: Aku IPS ko , om
O: Lohh, IPS masuk Fasilkom? *heran* Kamu kuat banget bimbelnya ya?
G: Aku justru males – malesan bimbelnya om
O: *makin heran* IPS pasti dapetnya ranking tengah – tengah ya, waktu ujiannya?
G: Aku ranking 1 om. Gak nyontek lohh, ngapain nyontek kalo bisa semua.
O: *keselek kacang* whoa, di karantina berapa hari kamu? Hebat bener…
G: Gak pake begitu2an, kemarennya aja masi sempet manggung di 78.
O: *speechless*

Omongan diatas sama aja kaya pasukan-gakberguna-pembantu-ultraman yang kerjaannya buang-buang amunisi padahal monsternya gak bakalan mampus, useless.

Waktu ujian masuk Sis. Info, gw tengah dilanda badai METAL. As u know, Melankolis Total. Jadi ngerjainnya rada – rada gak ikhlas, terlebih kemarennya gw baru manggung di HUT 78, masih agak – agak capek juga. Dan lo tau yang bikin gw kesel?? Ngeliat karya anak DKV (Desain Komunikasi Visual) terpampang di dinding koridor BINUS Int’l. Biar kata cuma gambar cicek mojrot kelindes bemo, tapi gambarnya tuh artistic abis. Jadi ngiri gue.

Sekarang gue udah jadi Mahasiswa Fasilkom Univ. BINUS jurusan Sistem Informasi, sangat jauh sekali dari expectasi & bidang yang sangat gw gemari. Waktu POM (bahasa BINUS-nya OSPEK) gw dapet materi dasar Algoritma, ilmu yang mempelajari cara memindahkan aer putih & pasir semen ke bejana yang berbeda. Dan FYI setiap fakultas punya himpunan, kalo himpunan buat gw HIMSISFO. Waktu perkenalannya, lama gila’, dari jam 9 pagi sampe jam 5 sore. Bisa dibayangin, pinggang gue udah kaya shock-breaker patah lantaran didudukin kudanil obesitas. Setiap 2 jam, ada istirahat, tapi gak bole keluar ruangan. Cuma duduk, cengo liatin kakak MC menghibur kami dengan meaningless-nya. Suatu ketika, ada kakak yang mirip Sammo Hung nanyain “Ada yang mau istirahat gak?”. Spontan gw teriak MAU, dan Hell Yeah, ternyata gw harus melakukan koreografi Cicak – cicak di dinding versi Kung-fu master Wong Fei Hung. Lumayan buat ngelempengin pinggang.

Keluar dari ruangan blangsak itu, gue lewatin Lab. DKV. Keliatan dari atas kalo didalemnya tu tempat berkreasi total para kaum orisinilis. Sekali lagi, gue ngiri. Seharusnya gue bisa bergelut disana. 

Good news, proyek deviantWEAR udah selesai! Ditunggu aja kapan selese di sablonnya yahh!!

Reza & Mureen AKA Dodol. Deviously Annoying Duo.

Sabtu, Juli 19, 2008

Sleeping & Awakening

Sebagai pembaca setia SpagBubMixFlav pastinya lo - lo pada mambaca frase Skill-up! di beberapa posting gw sebelumnya. Ambisius? Memang, itulah gue yang sekarang. Banyak hal yang harus gue Skill-up! mulai dari musik, desain, blajar mobil (membosankan!!), fotografi, blogging juga, sampe yang terakhir: gue harus bikin deviantWEAR sebelom masuk kuliah, biar exis!

Beberapa orang nanyain soal hubungan gue dalam menggapai wanita (baca: pacar). Untuk saat ini, gue mau vakum dulu (tapi udah 10 bulan jomblo, dst). Tau lagu Coldplay yang Fix You? Chris menceriitakan sesuatu di lagu itu, When you get what you want, but not what you need. Could it be worth? Gue pengen punya pacar, gue pengen ada orang yang kasih intensive care ke gue, tapi gue lagi gak butuh itu semua, gue membutuhkan suatu skill yang bisa menggebrak, sekarang. Buka yang lain. Banyak hal yang harus gue selesaikan diluar sana, bung! Pacar cuma pemanis dalam kehidupan ini, dan gue cenderung untuk tidak meng-konsumsi manisan sebelum menyatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit, khu... khu... khu... (ini mah sumpah palapa, blo'on!)

Sekali lagii, gue minta maaf buat para pembaca setia SpagBuMiFlav karena gue - the author - tidak akan meng-update blog ini sampai... sampai kapan yah??

UNTIL THE TIME HAS COME

Just prepare for The Awakening of the Bastard Adam's Apple then.


P.S.
Untuk skill musik, Gue lagi mempelajari lagu yang slow - slow. Yang progresip kan udah, jadi gantian dulu. Setelah My Confession, My Immortal gue kulik. Trus mau cobain Invincible juga. Oh ya, Mau featuring sama Ridho juga buat nge-cover Stream of Conciousness. Kebanyakan proyek nih gue, hehehe :D



"My Immortal"

I'm so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
'Cause your presence still lingers here
And it won't leave me alone

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

When you cried I'd wipe away all of your tears
When you'd scream I'd fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me

You used to captivate me
By your resonating light
Now I'm bound by the life you left behind
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me

These wounds won't seem to heal
This pain is just too real
There's just too much that time cannot erase

I've tried so hard to tell myself that you're gone
But though you're still with me
I've been alone all along



"Invincible"

Follow through
Make your dreams come true
Don't give up the fight
You will be alright
'Cause there's no one like you in the universe

Don't be afraid
What your mind conceives
You should make a stand
Stand up for what you believe
And tonight
We can truly say
Together we're invincible

During the struggle
They will pull us down
But please, please
Let's use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we're invincible

Do it on your own
It makes no difference to me
What you leave behind
What you choose to be
And whatever they say
Your souls unbreakable

During the struggle
They will pull us down
Please, please
Let's use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we're invincible
Together we're invincible

Rabu, Juli 16, 2008

Legenda Jakun Blangsak

Baru kali ini gue ngerasain “Running out of Ideas”. Gak enak banget, biasanya ide – ide gahar gue mengalir begitu aja tapi gak untuk kali ini. Nah, tadi, barusan, gue disuru bokap beli rujak di deket pom bensin Pos Pengumben. Entah kenapa bokap gue lagi ngidam itu rujak rasa bensin. Lagi nunggu, hape gue bergetar. Meiya sms, katanya dia lupa nulis kode soal. Gak lama gue ngomen salah satu pembaca setia blog ini, minta wangsit. 10 menit berlalu, dan gue tetap gak ada ide. Tiba – tiba gue inget nama ngeblog gue, jakun blangsak. Blangsak banget yah tu nama?? Dan BOOM!! Got it!!

Karena gue udah sering ceritain hidup gue, saatnya gue berfantasi liar. Tuhan memberiku ilham!! (ada cahaya surga gituh + cupid telanjang cuma pake kaen bawa – bawa trompet).

A long time ago in a galaxy far, far away……
Legenda Jakun Blangsak
Star Wars theme

Sebut saja Wati, seorang wanita jawa yang menjadi TKW pada era revolusi industri di Inggris. Karena Inggris adalah pionir dari gerakan tersebut maka Inggris adalah yang termaju dalam bidang revolusi industri tersebut. Sialnya, Wati tidak dibutuhkan lagi sebagai TKW disono, terus dideportasilah dia. Karena mukanya kental akan unsur jawa dikirain dia orang Suriname, “Yaujah, kica pulangin aja si Wathi keshonoh” kata Mentri Tenaga Kerja-nya Inggris yang konon kabarnya masih ada hubungan darah sama sodari Cinlau (masa gak tau sih?).

Si-Wati dipulangin pake kapal laut. Nah, ditengah jalan ada badai besar banget sampe kapal itu karam se-karam-karam-nya. Singkat kata si-Wati sampe di daratan Amerika (kok bisa?? Udah baca aja!!) dan untungnya diselametin sama seorang Indian dari suku Jempolkiting.

Si-Wati dirawat sampe sembuh, lalu karena udah lama deket sama ni Indian, si-Wati minta kenalan. “Kulo nuwun, mas. Aku jenenge Wati” ucap Wati. Dan ajaipnya, tu Indian ngerti, kenapa bisa? Karena dia Indian yang di Dufan (halahh). Nama Indian itu Tedjo, Tenda Botjor. Menurut kebiasaan suku Jempolkiting, jika menamai seorang bayi, Ibunya harus menamainya sesuai dengan apa yang dilihatnya setelah melakukan hubungan intim. Sialnya, hal pertama yang diliat emaknya si Tedjo adalah Tenda Bocor.

Hari berganti hari, Wati akhirnya suka sama Tedjo. Suatu malam mereka berhubungan ranjang. Awalnya si-Wati takut kena HIV, tapi si Tejo meyakinkan Wati dengan satu hal yang teramat sangat sepele, kondom. Ok, setelah berhubungan Tedjo nanyain hal apa yang Wati liat pertama kali? Wati yang masih ter-engah-engah menjawab, KONDOM BOCOR. “Tiidaakkk…… nama anakku buruk sekali!!!”. Setahun berlalu, bayi Kondombocor sudah berumur 2 bulan. Karena si-Tedjo malu, akhirnya mereka bermigrasi ke Jawa.

Mereka hidup semi-bahagia di Jawa, lantaran suka di usik kompeni kompeni VOC. Suatu hari mereka berdiskusi soal si-Kondom Bocor.

W: Mas, kita kan tidak di Jempolkiting lagi, anak kita namanya ganti aja yah!
T: Betul istriku, kita ganti aja!
W: Sopo jenenge?
T: *clingak – clinguk* Kuali bocor!
W: Asu koe! Yowes, karena cowo, namanya Jaka aja mas.
T: Tesera deh, Jaka apa?
W: Opo yo? Jaka Nugroho aja!
T: Bah! Pasaran, tidak komersil! Aku tahu, Jaka Untung! Disingkat JAKUN!

Sejak hari itu, hiduplah Tejo, Wati dan Jakun~ dengan tidak begitu bahagia.
14 Tahun berlalu begitu cepat, seperti menyobekk-nyobek kalender dengan biadabb. Jakun telah menjadi Ababil (ABG Labil) di tanah Jawa. Kadang - kadang baik, kadang - kadang blangsak, tapi kebanyakan blangsaknya.
Suatu hari seoraang kompeni bertanya,

K: Eh khamu, khamu si Jaka Untung yah?

*lalu dengan ke-Ababil-an-nya, dia menjawab.*

J: Yaiyalahh, masa yaiyadong. Kan wapres Jusuf Kalla bukan Jusuf Kadong.
(Sumpah, Joke Ababil buangett)

Ternyata si Kompeni cuma pengen menyewa jasa si-Jakun sebagai Taster aja. Coz, baru - baru ini telah ditemukan cairan baru pembersih mulut yang disebut Mouthwash. Bayangin kegegeran masyarakat pulau jawa pada jaman kompeni yang waktu itu belom kenal Mouthwash.

Well, the time has come. Si-jakun dibekali onigiri dari rumahnya, homemade buatan MAmaWati. Sesampainya di biro taster, dia disambut sama tuan tanah disana. Katanya si tuan, Mouthwash itu menyeramkan, bikin mulut menjadi pedas. Trus, si-jakun dibayar buat mencoba Mouthwash itu. Dasarnya benga, dia kira itu minuman dan dia minumlah itu Mouthwash. Lalu dengan blangsaknya dia bermutasi menjadi MOnster MOuthwash.

Wati dan Tejo diberitahukan sama tetangga mereka kalw anak mereka si JAKUN telah berbuat BLANGSAK dan menjadi MOMO. Tanpa pikir panjang si-Tejo meniup kulit kerang warisan dari suku Jempolkiting, dan bangkitlah legenda Jempolkiting, JAMBAN HEAD!! (Sori dol, namanya komersil sih)

FYI, Jamban Head adalah Burung pelikan raksasa yang bisa didudukin kayak yang di film dubbing sampah Indosiar. Lu tau sendiri kan burung pelikan mulutnya kayak Jamban yang merknya TOTO. Lalu untuk mengembalikan Jakun ke wujud semula harus ada prosedur khusus kyak waktu Sun go kong digencet di gunung lima jari. In case, MOMO dijatuhi Hajat raksasa dari Jamban head yang terbang - terbang di udara. Brrooottt...!!! Tergencetlah dia.

Lima hari kemudian, ditemukan jasad hidup yang disinyalir itu adalah si Jakun Blangsak yang sudah kembali normal. Kata Wati, "Makanya jangan blangsak kalo jadi anak!".

ƒin

Cerita gue diatas, ancur banget yakh??