Senin, Oktober 12, 2009

Walking The Path of Gentlemen!

Dulu pasti hampir semua anak laki – laki mengaggap dia sebagai lelaki sejati.

Yep, a gentleman never fights against a lady.

Tapi, disadari atau enggak, figure dia sudah lama hilang. Jadi anak laki – laki yang dulu punya panutan seorang pengendara motor cyborg yang cool abis sekarang udah gak punya panutan lagi. Makanya minggu pertama tahun ajaran ini gue melihat maho – maho bertebaran di kampus, seram!

Untung saya adalah salah satu anak laki – laki yang beruntung pernah melihat orang ini berlaga. Cool sekali. Pas dicontoh sama Tsukasa malah menghancurkan image aslinya.


Setidaknya saya tidak kehilangan panutan menjadi lelaki sejati, yang selalu mengingat perkataan nenek.

Karena lagi pengen nulis quicky akhir – akhir ini, post yang ini lumayan panjang sepertinya. Bonus dialog tentang yang diatas deh!

Alkisah waktu itu ada acara HUT PD 78 di masjid SMAN 78

Rz : *sms pake hp mas fahmi* Bil, lo keluar dong. Gw baru sampe. Rzr.

Akhirnya gue masuk *gak penting ya, prolognya?*

Nb : Wuihh udah gondrong…

Lalu si NaBil memperkosa mengepalkan tangan saia kecuali jari telujuk, di buat menunjuk ke atas, dan rambut gue sedikit diacak – acak. Semua itu dilakukan secara paksa.


Nb : Ko! Dikooo!!!
Dk : *ngeliat dari jauh, trus ketawa*
Nb : Jiakakakakaaa…

Karena udah terlanjur basah, sekalian kecipak - kecipuk aja dah!

Rz : Obaachan ga Itteita, Ten no michi o Iki, Subete o Tsukasadoru otoko.
Rz : Nenek pernah bilang, orang yang berjalan di jalan surga akan menguasai segalanya.

Nb + Dk : *ngakak*
Goji : RAIIDAAA KIIIKU!!! *rider kick*

Credits: Tetsuo Kurata as Kotaro Minami, Hiro Mizushima as Tendo Souji, Nabil, Diko, Dewe, Goji, dan jazman.

Kamis, Oktober 08, 2009

The 70th Entry

Udah lama gak pulang dari kampus malem - malem, for the sake of assignment. Udah lama juga gak makan di warung underrated setelah ngerjain pekerjaan (tugas sih sebenernya) yang banyak & rumit. Santai di warung makan pinggir jalan setelah ngerjain sesuatu yang membuat kita jenuh selama berjam - jam sangat tepat dilakukan! Highly recommended!

Pulang, capek, mo online males (tumben - tumbenan), mending membangkitkan gairah download dengan meng-install Hard Disk External (sambil ngeberantakin kamar) yang baru gue beli di pameran komputer di kampus sore tadi.


Well, belakangan ini Jakarta dilanda pemadaman bergilir. Malam itu gue lagi suntuk ngerjain tugas, terlebih yang ngajakin ceting seabreg - abreg. Makin suntuk. Berjam - jam gue berkutat sama yang namanya "8 Aturan Emas Bullshit Dalam Pembuatan Interface". Sempet mikir, buat apa ya gue belajar banting tulang? Apa motivasi gue sebenernya? Mo buat bangga orangtua? Apa iya mereka bangga setelah gue berjibaku, ngorbanin hampir setiap malem minggu gue demi masuk SMAN 78, belajar kaya orang gila sampe dapet peringkat 9 di OSN beberapa tahun lalu, oh crap, I'm not sure about that...

Dan pada akhirnya lampu mati, rumah gue blackout dengan cantiknya. Tugas belom di-save (secara prosedural), tapi untung udah antisipasi kalo terjadi hal seperti ini. Gue liat lilin di meja belajar gue, dan berpikir, "Enak juga ya kaya gini, akhirnya gue bisa istirahat".

Yaudah gue tiduran aja, wondering hal - hal yang udah gue lewatin sebelumnya. Motivasi gue buat ini, itu, lalala. Holy shit, gue udah melewati batas untuk bocah berumur 19 tahun pada umumnya (yang gue kenal). Jadi inget quiz fb yang gue ikuti beberapa bulan yang lalu. How old are you for sure? Waktu itu umur gue 18 tahun, dan jawabannya 20 tahun. Apa gue tua tampang doang? Apa emang gue sudah sedewasa itu? Nobody knows, but Lord God knows.

Gue bukan tipe orang hedonis. Gue kutip omongan seorang yang bangga akan ke-gemini-an-nya, "money does matter!", buat para kaum hedon mungkin gak setuju dengan statement itu. Iyalah, mereka bahkan berendam dengan uang *ketawa*. Dan unfortunately gue surrounded by benches of hedonist. Mungkin itu salah satu faktor kenapa gue lebih suka bergaul dengan orang - orang yang "survive" dikampus daripada yang lain.

They do survive.
So do I.

P.S.
Bisa diindikasikan kalo sindrom devilofallunshamefuldevilishjokester-i-o-sis hilang sejenak dari gue.

Sabtu, Oktober 03, 2009

A Saturday Quicky

Sabtu pagi, keluar ke teras dan stretching. Tadinya mau ke Whitebase, nyelesein painting si Zaku. Tapi intuisi gue mengatakan lebih baik di rumah saja hari ini.

Oh well, katakan saja sabtu ini akan menjadi salah satu sabtu yang gue habiskan dirumah saja. Emang gue harus ngapain kalo hari sabtu datang, hah? Ngabisin duit nongkrong sama anak - anak manja?

Katakan saja ada bacaan baru di rumah.
Dan katakan saja hari ini banyak sms berdatangan.

Sender 1: Ejaaa, lagi apaa? Ntar malem mo hang out yeaa?? Ciyaaey.. (gk jelas abis)
Gue: Baca komik, mungkin akan di rumah saja.

Sender 2: Dijamin lagi kelayapan nih, yakan?
Gue: Dirumah. Baca komik.

Sender 3: Chong, ada acara gak lo hari ni?
Gue: Ada. Baca komik seharian.

Sender 4: Jadi ikut diklat KLIFO gk za?
Gue: Kaga dah...

Sender 5: Gan, ntar sore mo ada gathering, joinan gak?
Gue: Absen dulu gan.

Man,
There's one thing that makes me want to back to High School.
There's one thing that makes me feel comfort at home, Remora Home Studio to be exact.

Back to Sender 1: Emang komik apa sih? Getol bgt, hhuuw..
Gue: *kepala nongak, tangan menunjuk kelangit, gaya Tendou, sambil jawab...*


Gurēto Tīchā Onizuka
Haha sehari abis 15 jilid. :)

P.S.
Bil, tengkyu brader! It really save my fund!