Tampilkan postingan dengan label Music talks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music talks. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 01, 2010

Wise Words For Remakers

Hidup pansus!

Ah apaan sih? Nongkrongin pansus tiap malem bikin otak gue tambah bebal. Dan gara – gara pansus, identitas gue sebagai kaskuser malah terbongkar dikelas. Dem!

Sebenernya gue belom ada ide yang cukup brilliant buat dijadiin postingan. Mungkin karena acara tv di Indonesia gak ada yang bermutu kecuali di Metro (kecuali pansus), sering online membuat daya produktivitas dan kreativitas terhambat – padahal onlinenya juga numpang sedat sedot aja, dan yang terakhir: belom nyetok anime, dorama, dan film yang lebih baru di hardis -______-

Kalo ada yang punya rekomendasi silakan rekomendasikan, kalo ada yang berniat menjerumusi gue nonton film – film cewe gak jelas mending pulang & tidur siang aja.

Daripada ngemeng gak jelas mending gue kasi lo lirik sebuah lagu. Manteb banget dah ini lagu, sekali denger langsung nancep di hati gue. Beneran loh, sampe gak bisa lepas. Cekidot, gan!

Babe, be honest to me
Babe, who is that on your wallet
Babe, why are you keep silent
Babe, answer me or I’ll go

I don’t wanna speak
Before you tell me everything
What do you want? Who the hell is he?
I don’t like if there’s someone else after me

Don’t call me again
This can be the last time
I know u, U know me
Now or not forever

Babe, do u think I don’t know anything
Babe, it’s not that easy to fool me
Babe, please listen to me
But babe, do you still deserved to be called as my baby?

When u wanna talk
And I’ll tell it all
What the hell I want, who the hell is she
Because no one else but you

Keep calling me again
Don’t say this is the last time
I know u, u know me
I love you forever


Well, pesan dari gue, “nge-remake itu tidak dilarang, asal berhasil” seperti video dibawah…



dan ini juga memperlihatkan tanda - tanda keberhasilan...


P.S.
Feel awkward? Guess what, yang di-quote itu lagunya Wali Band yang gue translate. It'll be cool kalo musisi melankolis kaya John Vesely yang bawain. Cheers!

Kamis, September 17, 2009

Nostalgia 17 September

Waktu itu, 4 tahun lalu.


Waktu itu, gue masih kelas 1 SMA, cukup songong dan petakilan.

Waktu itu, masih berteman dengan mereka.

Waktu itu, Ical sama Sarif masih jadi anak 78.

Waktu itu, deket 78 ada distro Lullaby. Gue, Alif & Budi suka kesitu.

Waktu itu, baru jadi anak paskib, mungkin yang paling indisipliner dari semua Capa XVIII, dan kayanya yang indisipliner cuma gue.


Waktu itu, nonton Glasstea di Plaza Barat.

Waktu itu, So what gitu loh? istilah yang sangat populer, sampe-sampe Saykoji nyanyiin itu.

Waktu itu, Pam masih jadi bassist Breakthrough, sebuah band emo.

Waktu itu, liat perform band kakaknya temen gue, Here After. Incubus abis.

Waktu itu, liat perform Charlie Monroe, bayangin Kuburan nyanyiin lagu-lagu Death Metal (kayaknya sih).


Waktu itu, liat performa J-Rocks, dan gue sangat terkesima waktu mereka bawain Pegasus Fantasy.

Waktu itu, Kevin Aprilio masih jadi additional keyboardist J-Rocks.


Waktu itu, gue bingung kok ada ya orang-orang yang niat dandan seperti Modar?

Waktu itu, gue keringetan abis moshing pas Netral manggung. (gak penting abis)

Waktu itu, gue keluar plabar kira-kira jam setengah 11 malem.

Waktu itu, ngeliat Pak O pas di pintu keluar, sempet ngomong beberapa kata sama doi.


Gokil, gaul juga guru itu ya?


P.S.
Ternyata long term memory gue cukup handal.

Selasa, Juni 30, 2009

Trust You

Beberapa waktu yang lalu gue sempet re-watch Gundam OO Season 2. Karena emang ceritanya bagus makanya gue re-watch (daripada begadang nonton Boys Before Flower).

Salah satu soundtracknya bagus banget!
Video endingnya juga bagus, sambungan video opening yang lama.

Kalo mo dengerin klik disini.
Liriknya gue post versi translate-nya aja ya! klo romaji kan loe pada gk ngerti.

Title : Trust You
Singer : Yuna Ito


Like flowers dancing in the breeze
Like rain wetting the earth
Everything in this world is nestled close together
So why do people hurt each other?
Why do we have to part?

Even if you go far away again
You'll always be in my heart
Still filled with your gentle smile
Embraced by the fragments of you
Even when I feel pain, we're still connected
So I believe we'll meet again
I'm waiting for your love

I love you
I trust you
I want you to share your loneliness with me
I love you
I trust you
Light or darkness
The two of us can trust each other
So don't let go

Who has seen the ends of the earth?
Who declares when a journey is over?
Even now in the long nights when you can't see the answer
I want you to just follow the path you believed in
Because there's light waiting up ahead

The song you taught me
Is still in my heart
That gentle voice echoes
With drops of overflowing emotion
Running warmly down my cheeks
I'll be strong
Because I believe
That we're connected
I'm always by your side

I love you
I trust you
The tears I shed for you
I love you
I trust you
Taught me love
Even if you've lost your way
I'll be right beside you

I love you
I trust you
I want you to share your loneliness with me
I love you
I trust you
Light or darkness
I love you
I trust you
Sorrow or joy
I love you
I trust you
I want to protect your everything

Even if you've lost your way
I'll be right beside you
The two of us can trust each other
So don't let go

Rabu, Juni 24, 2009

Mimpi Ditengah Badai

Salam Olahraga :D

Sambil menunggu selesainya UAS, semalem gue diberi pencerahan sama yang maha kuasa untuk berbuat iseng. Yap, iseng pada umumnya. Iseng yang gue maksud disini adalah membuat side project. Ide yang terlintas di pikiran gw itu dikarenakan overdosisi ngedengerin Suppose (Secondhand Serenade), Killer Tune (Tokyo Jihen), dan satu lagu indo yaitu Seperti Bintang (Yovie & The Nuno). Saking overdosenya, yang minggu kemarin ngerjain proyek PSI di rumah gw sampe bete lagu itu terus yg gw ulang – ulang.

Kalaupun Tuhan memberi jalan, disini gw akan ambil bagian jadi Rhythm & Keyboard. Aduh, sumpah gue dari dulu sebenernya pengen mein gitar diatas panggung. Kayaknya Ridho bakalan gue tarik lagi jadi Drummer. Gitarisnya mo coba Yeski atau si Bagus Jr, muridnya. Bassist, yang pasti harus suka yang jepang – jepang dulu deh. Vokalisnya belom ada kandidat, yang pasti pengennya cowo dan karakter vokalnya kaya Vokalisnya Andra & The Back Bone.

Genre-nya sendiri gue juga bingung. Ada emo-nya, tpi bukan emo yang stereotype, itu mah gue gak suka. Punk ada, tapi gak hardcore. Progressive is so welcome, tpi jangan lebay. Trus sentuhan distorsi juga gue gak mau tanggung – tanggung. Tapi gue gak mau pake permainan Synthesizer, piano klasik is the best! Ntar kaya peskins lagi! Mungkin Synth di pake di efek aja kali ya,,,

Dandanan manggung kudu wajib fardu ‘ain pake celana washed skinny! Robek – robek di dengkul gak masalah! Trus hindari pake baju yang berwarna cerah, tapi merah gapapa, gue suka merah. Tema wardrobe-nya harus Grunge, tapi musiknya tidak Grunge~

Mungkin terbilang Alternative Rock kali ya?
Semoga bisa terwujud, pengen gue namanin Apology Theory soalnya.

P.S.
Lagi nyoba bikin lagu dengan influence diatas, tapi kata Pam lagunya kaya lagu Duo Maia. T ___ T

Selasa, Februari 10, 2009

Pasca UAS syndrome

Ada yang nonton Grammy Award di Indosiar? Crap, dasar Indosiar bapuk. Gw baru tau kalo Indosiar doyan menyunat acara bergengsi semacam itu, padahal gue yakin kalo acara itu gak disunat, dalam artian runtimenya tetap seperti runtime aslinya, pasti rating Indosiar naik. Sebenernya bukan apa – apa sih, gue cuma sebel aja nungguin lama berjam – jam cuma buat liat performa Coldplay, tapi ternyata bagian performnya di-cut. Dasar brengki, tapi apa daya? Dasar stasiun tv bapuk...

Anin, betapa beruntungnya dirimu, nak....

Back in business, UAS telah selesai, tapi nilai – nilainya semua dipertanyakan. Parah dah, semester pertama aja udah memulai dengan langkah awal yang kurang baik. Yah, daripada kesononya yang jelek, mendingan sebaliknya.

Hari – hari terakhir UAS, gue sama Wulan main ke kosan si ngkoh Wence. Si Wulan ternyata diracunin si ngkoh buat maen Ayo Dance, sebuah game online bapuk yang memperlihatkan animasi muda – mudi berjoget ria dengan lagu yang sama bapuknya. Waktu itu si Wulan cuman ngopi installernyua buat maen di leptopnya. Lain lagi dengan gue, pertamanya gue Cuma nge-ceng-in si ngkoh maen RO, lama – lama gue maenin karakternya, lama – lama gue bikin sendiri, Hiyaaa gue main RO lagi... *lagi libur ini, gpp dong?*

The Chronicles of Rudess the Thief
Chapter 1; the Hunt for the Four Leaves Clover

Long long time ago, when monsters & human being life together, there lies The Kingdom of Rune-Midgard. Okay, make it more specific. In the City of Morroc, when the city in a crutial damage of chaos, even it has the guild of thieves & assasins, there is Rudess, the amateur thief. “The Maker” name him after the super talentful keyboardist ever, Jordan Rudess. *subtitle: indonesia*

Rudess hidup sebatang kara sebagai seorang pencuri, dy punya senior namanya Zyxel, seorang pembunuh bayaran. Zyxel udah ngajarin macem – macem supaya Rudess bisa menjadi pencuri yang baik dan benar, patuh pada tata krama dan suka menolong (ada gitu maling kaya begini?).

Pada suatu hari, Zyxel sudah menganggap Rudess cukup dewasa untuk berkelana sendirian dari kota ke kota, selama itu masih dalam wilayah kerajaan, karena kalo enggak dalam wilayah kerajaan kena pajak nantinya (menyangkut Rudess masih kena fiskal, karena belom punya NPWP). Zyxel bertindak demikian karena udah gak tahan ngajarin Rudess yang odong setengah mampus, doi juga pengen kelayapan seperti pembunuh bayaran lainnya. Kepergian Zyxel dilepas dengan penuh haru oleh Rudess, tapi gak jadi menangis haru karena ternyata Rudess dikasi modal idup satu juta zeny (mata uang kerajaan). Rudess yang terlisensi sebagai maling level 25, akhirnya pergi berpetualang...

Hal yang pertama dilakukan Rudess adalah membeli senjata, wardrobe biar kece, sama perbekalan biar gak mampus dijalan. Karena di kota Morroc masih dalam kampanye “membangun kembali”, makanya doi pergi ke kota seberang, kota Payon.

Huff, perjalanannya berat pisan. Harus lewatin gurun pasir dulu, “Mana gak ada tukang jualan minuman lagi, brengsek! Pengen Sprite nih guaaa...” keluh Rudess. Merasa sok kuat, Rudess mencoba membantai bayi serigala gurun yang masih bayi aja udah ganas. Dasarnya cupu, lawan yang begitu aja malah membalik kedudukan, Rudess malah diuber – uber bayi serigala itu. “Untung ada jembatang gantung, ngacir ajalah guaa.. Let’s get the Beat~~” Diujung jembatan itu udah keliatan hutan Payon, tinggal di tembus aja deh tu utan. Setelah berantem sama nyamuk utan dan tanya sana – sini sama pemburu dan pemanah yang mondar – mandir nyari mangsa, akhirnya Rudess sampe di Payon, kota yang kental akan budaya korea.

Layaknya wanita, Rudess gak nahan dengan kata: SALE. Para pedagang yang tadinya mangkal di Morroc pada minggat ke Payon buat sementara, jadi disinilah surge belanje kerajaan saat ini. Abis beli ini itu plus celamitan gak jelas sama pendeta cewe yang aduhai, Rudess minta jasa Teleport ke Prontera, istilahnya tuh Jakartanya Indo, cuy. Disihirlah Rudess.

GABRUKK,, “Anying, bapuk bener yang neleport gue barusan, masa ujug – ujug kepala duluan yang nyampe? Dasar brengki..!!” Rudess kesel. Kenapa tujuan Rudess adalah Prontera? Jadi, beberapa waktu silam, saat Morroc masih menjadi Glodok-nya kerajaan, Rudess dikasitau sama seorang pedagang (baca: salesman) kalo headgear yang manstap untuk seorang pencuri yang kritis adalah Bunny band (sounds idiotic). Karena benda ini membawa Hoki yang baik buat seorang maling, apalagi di tahun kebo sangeh kaya sekarang. Dan cara membuat bando itu adalah mendapatkan semanggi berdaun empat terlebih dahulu. Buat ngedapetin itu, Rudess kudu ngelawan Mandragora, tumbuhan sejenis venus trap yang agresif ngelawan orang yang iseng liwat, dan varietas mandragora terdapat dihutan Prontera dalam.

Hooo... Rudess yang sok berani itu berangkat dengan semangat 9 dikali 5 sama dengan 45. Kusrak – kusruk, “Nah loh, kaki gue kaya ada yg nglilit, jangan – jangan...” Sial tak dapat dihindari, nak. Tentakel nge-pink najis ala banci salon udah ngelilit dikaki, pertanda didekat sini tumbuhan sial Mandragora. “Sikat, cui!!” Rudess ngeluarin belati Stilleto-nya, dicingcangnya tentakel norak itu dan keluarlah Mandragora yang ternyata wujudnya lebih jelek dari Mandra waktu maen si Doel anak sekolahan yang diputer lagi di RCTI kalo pagi – pagi.

“Cih, najong dah gua, udah serem mukanya, gak mengandung semanggi berdaun empat lagi!” FYI, presentase Mandrag yang mengandung tumbuhan ini sekitar 0,01%, jadi dari 10.000 mandrag, Cuma 1 yang mengandung tumbuhan yang katanya ngasih hoki ini. Maka jadilah, Rudess the Mandragora buster!!!

“Hueehh, hamsiong juga gue lama – lama bacokin tuh taneman gak tau diri. HUHh, mana belom dapet – dapet lagi...” dan seketika Rudess tertidur. Wajarlah kecapean, dari tengah hari bolong doi udah mencabik – cabik, mengorek – orek, membantai sana – sini varietas Mandragora di hutan prontera. Tapi apa daya kalo taneman ini punya daya regenerasi yang kuat dan cepat? Malam – malam, kataklah jam 10 malam waktu India barat, Rudess kembali terjaga dan langsung membantai mandrag (lagi).

“Aje gile oy oy, ni kantong semar pada gak ada abisnya, buanyak amat yak??” Rudess keheranan. Yang bikin heran, waktu awal dia mulai journey ini, dia terlisensi sebagai maling level 25. Sekarang?? Udah level 30. Asumsikan saja seekor mandrag mengandung 2% nilai buat maju ke next level. Berarti 5 dikali 100 dibagi 2 samadengan 250-an mandragora telah dibantai Rudess dan takdir belum tersenyum kepada Rudess. Seujug – ujug datang pesan telepati kalo Zyxel ngajak ketemuan di Prontera. Huff,, dengan tangan hampa, Rudess kembali ke kota.

Rudess sampe di Ibu kota ketika ayam jantan berkokok Zyxel di dekat petugas Kafra. “Woi cung, hahaha dari mana aja lo? Kenapa tuh bentol?” ejek Zyxel. “Rese lo gan, abis lawan kantong semar nih guaa, diantuk tawon pula, kacrud...” Rudess kesal. “Ahhaa... yaudah, daripada bete kita jalan aja yuk cari – cari barang bagus di Payon, gue traktir teleport dah!” ajak Zyxel. “Ahh.. kentut, sekalinya neleport, gua malah jatoh kepala duluan nih” kata Rudess. “Itu mah gara – gara lo aja yang gak bisa diem kaya babon rabies!”.

Tibalah duo ini di Payon, kota yang makin rame aja lantaran sekarang jadi tempat pedagang pada ngeksis. Pas lagi jalan, perhatian Rudess tertuju pada satu gerobang abang – abang. Bukan, bukan gerobak abang gorengan, kalo itu jualannya udah ketebak, kalo gak tahu isi, tempe, bakwan, pisang goreng, cireng palingan kue bola. Tapi ini lebiih eksotis, guess what? Sekuntum four leaves clover dijual seharga 50.000 zeny! Tidak sebanding dengan usaha Rudess yang udah menjadi tukang kebon keliling di hutan Prontera, akhirnya dia memilih untuk beli taneman hoki itu dan bareng – bareng Zyxel, orang yang dianggep sebagai abangnya sendiri, mereka pergi ke tengah kerumunan pasar, ngapain? Belanjalah odong!!!

NB. The story above bassed on true story in an online game.

Senin, Februari 02, 2009

Kerontjong Mania (Ketika dirinya bertandang)

Salam Woyo^^~

Sebelum berakhirnya semester 1, mo ngepost dulu ahh,, semoga terhindar dari SP! Amin!

Finally selama badai UAS merajalela serta tidak melupakan musim hujan yang dateng angin - anginan, gue menemukan formula yang bisa men-stimulasi kinerja otak kita! Dibantu seorang kawan yang tak asing lagi, Bpk. Pambagyo yang telah gue selamatkan jiwanya dari bencana motor mogok di depan citralen, beliau memberi ilham!

One day, dia datang kerumah gue buat nyelesein kerjaan yaitu nyelesein album foto orang kawin yang kita fotoin desember silam. Fotonya banyak banget sampe enek gue liat pengantennya berpose. posenya sendiri dari mulai yang absurd sampe yang lebih absurd lagi ada. Dan si bapak punya solusi cerdas.

P: Ja, gw punya lagu bagus buat menstimulasi otak lo.
R: Ape?
P: Ini ja... *Arya~ti~ engkau bagai rembulan~*
R: Hayah... ini mah kronski* maan! (kroncong)
P: Beh, lo dengerin dah! Damai bet ja lagunya.

Hmm.. setelah mendendangkan lagu Aryati, ternyata gue baru nangkep esensi dan sensasi dari tembang lawas ini.

Lama kelamaan si bapak makin gedein volume speaker gue, "Biar orang rumah lu heran, ja", kata si Bapak. Lama kelamaan nyokap gw jadi heran. Pas gue keluar kamar buat ngambil minum...,,

N: Res, kamu dikamar ngapain sih sama pam? Kok dengerin lagu keroncongan gitu? Kamu penuaan dini yah?
R: Halah, tau tuh si pam, katanay mau menstimulasi otak.
N: *dalam hati* anak jaman sekarang....

Gak cuma nyokap gue, bokap gue juga heran.

B: Lah ini anak gua tumben - tumbenan nyetel lagu bgini.
B: Res, dapet dari mana ni lagu?
R: *Nunjuk orang disebelahnya* Nih dia nih...
P: ehehe... ini om, dari hape aku...
B: Cariin om lagu kroncongnya Sam Saimun dong
R & P: Sape lagi tuh??

Karena lagunya di shuffle, jadi tiba - tiba berubah aja tu lagu seenak jidat, hape mana punya jidat ya? Lagi enak - enak ngronski, tiba - tiba berubah jadi kroncong disko, ALAMAKJANG UUAAPA LAGI INIII..!!?? KRONCONG DISKOOO..!!?? And the Singer was...


Rama Aiphama - Angin Surga


Gosh, It's more like The Wind of Hell. Terlebih ekspektasi gue terhadap oknum RA adalah mirip - mirip permaisuri neraka berkelamin ganda pake baju tie-dye super gombrong sampe mirip layangan raksasa.

Damn, si Pam cepet - cepet ganti lagunya. Malah ganti jadi lagu sunda. Hayahh... kenapa lagi ini? Lagu di hapenya ga ada yang bener apa??? Sayang kurang sinden aja. Kalo ada yang nyinden makin komplit deh tuh.



Berikut liputan resmi dari TKP, demikian juga perjalanan kita hari ini. Check your belongings & step carefully. Tingkyuu~

Senin, Desember 29, 2008

J-Style Frenzy

Hello there!

Liburan kali ini gue udah memulai debut gue sebagai fotografer di pam3asard photography. Usaha yg dirintis bassist & rhythm powerpuff, pump & puput. Sebenernya gue disini nanganin desain grafis, tapi berhubung tidak tega melihat SLR gue nganggur akhirnya ambil kerja rangkap. Soal debut ini akan gue ceritain mungkin di post selanjutnya coz foto - fotonya ada sama bos pump (berikut batre & memori kamera gue).

Well, belakangan ini gue jadi makin demen sama sesuatu yang kejepang - jepangan. Berawal dari Tv Show, Kamen Rider Kabuto (Masked Rider Beetle) yang menceritakan epik tentang seorang pengendara motor bertopeng yang cool abis bernama Tendou Souji yang berantem lawan monster yang bertebaran di jepang, indeed it used to called Satria Baja Hitam. Agak ketinggalan jaman sih, menyangkut udah mau 2009. Tapi keren abis lah Kabuto! Kiva lebih keren sih...


Trus sering dengerin lagu - lagu Laruku, mencoba ngulik lagu Tokyo Jihen (namun gagal maning), Overdosis baca manga, sampe manjangin rambut beberapa bulan terakhir buat mendapatkan hair-do yang mirip Tendo Souji atau Hideto Takarai (Hyde, L'arc) atau Tetsuya Ogawa lah (Tetsu 69, L'arc).


Laruku mungkin lo udah pada tau kali yah? Band j-pop yang pentolannya Tetsu ini sekarang sih udah famous di Indo. Tadinya cuma komunitas tertentu aja yang tau. Beberapa lagu yang gue suka adalaaaahhh....
Blurry Eyes,
Honey,
Hitomi no Juunin (Living In Your Eyes),
Flower,
Driver's High,
My Heart Draws a Dream,
Daybreak's Bell.

Huff... silakan di dengar klo berminat.

Selain Laruku, gue juga lagi napsu banget pengen belajar lagu - lagu Tokyo Jihen. Tapi kata Febby, BELOM SAATNYA!!! Band jazz bebop ini punya vokalis (Ringo Shiina) yang karakter vokalnya khas banget. Cempreng - cempreng tapi lucu kalo lagi nyanyi. Personel lainnya terutama pianisnya jago abis.
Beberapa lagu yang gue suka.....

Sounan,
Killer Tune,


Selebihnya gue lupa judulnya, huehehehe...

Manga Overdose! Yepp, dari kecil kayaknya gue udah overdosis sama komik - komik hasil invasi jepang. Dari mulai Doraemon, Dragon Ball, Naruto, Eyeshield 21, Deathnote, sampe yang sekarang lagi gue demen banget, Bakuman.

Bercerita tentang impian Moritaka Mashiro seorang anak SMP yang pengen jadi Mangaka (Komikus) tapi dilarang sama orang tuanya karena menurut orang tuanya pekerjaan kaya begitu tidak baik, hmm mirip seseorang yah? Dibantu temennya Akito Takagi yang pengen jadi penulis, mereka berdua berjuang mati-matian buat bikin manga paling heboh sampe dapetin Tezuka Award (award buat manga yang paling top se-jepang) dan dibikin versi anime-nya sebelom mereka berumur 18 tahun, menyangkut Mori pernah bilang sama Azuki, cewek yang ditaksirnya, kalo manga-nya Mori bisa jadi anime sebelom mereka berusia 18 tahun, Mori bakalan ngelamar Azuki, dan Azukinya megang bener - bener tuh janjinya.

Mendingan lu baca sendiri aja deh!


Yang ter-krusial, gue juga lagi demen - demennya sama hair-do yang kaya Laruku gitu. Sebenernya dari dulu sih, cuma baru bisa terlaksananya sekarang. Kalo mau potong harus ke Lamandau dulu, ada salon khusus Harajuku gitu dengan harga terjangkau namanya New Kuts on The Block. Beberapa waktu yang lalu, gue sempet berniat buat nge-lurusin rambut gue. Orang - orang yang gue ceritain niat gue itu pada geleng - geleng semua. "Mau lu apa sih , jong?"

Hyaaaa,, tapi gak jadi. Karena rambut j-style gak harus lurus, bray! Ikal juga gapapa. Kan keren juga kalo manggung bareng powerpuff gtu rambutnya berkibas - kibas. Waahaha,, gaul abis.